Penulis : Felix Y. Siauw
Tahun
Terbit : 2015
Genre : Fiksi Sejarah Islam
Ukuran : 21,5 x 14, 7 cm
Penerbit : Alfatih Press
ISBN : 978 - 602 - 719 - 861 - 6
Kawan-kawan,
tolong jangan terkecoh sama judul novel ini. Ini produk Indonesia kok, bukan
luar negeri. Jadi jangan khawatir.
Oh
iya, jadi kali ini aku bikin review novel tentang seri ketiga dari The
Chronicles of Ghazi. Penulisnya kebetulan seorang ustadz yang cukup terkenal di
Indonesia, yaitu Ustadz Felix Y. Siauw. Terbitnya udah agak lama dan baru
sempat aku beli tahun lalu.
Sampul
novel ini emang menarik, tapi bukan itu yang bikin aku termotivasi untuk beli
novel ini. Alasanku beli novel ini adalah karena isi sinopsis di sampul
belakang yang bagian bawah, yaitu “Di tempat lain, VLAD DRACULA tenggelam dalam
dendamnya. Dia menghimpun kekuatan gelap yang menjadikannya kejam dan sadis
lewat ritual-ritual mengerikan. Dia berguru kepada setan dengan darah dan
kengerian. Dia akan menjadi lawan yang sepadan.”
Mungkin
kalian penasaran kenapa aku tertarik untuk mengetahui lebih lanjut soal Vlad
Dracula ini. Tapi ceritanya panjang. Sekarang kita fokus dulu ke review
novelnya.
Novel
ini menceritakan tentang rencana penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al
Fatih, anak dari Sultan Murad yang merupakan pemimpin Turki Utsmani. Muhammad
Al Fatih merencanakan penaklukan ini bersama dengan Zaghanos, seorang mualaf dari
Yunani, dan Radu yang juga mualaf. Mereka mencoba untuk menuntaskan janji
Rasulullah saw. yang (kira-kira) berbunyi, “Suatu hari nanti Konstantinopel
pasti akan ditaklukkan oleh pasukan muslim terkuat”. Tiga orang ini mencoba
mencari informasi untuk menembus dinding Konstantinopel yang amat tangguh dan
pedang terkuat yang pernah ada.
Sultan
Murad, di lain pihak, juga mencoba untuk memperluas daerah kekuasaan Turki
Utsmani dengan harapan agar perjuangan anaknya menaklukan Konstantinopel bisa
berjalan lebih cepat. Sultan Murad berhadapan dengan beberapa pemimpin
kekuasaan kafir yang menolak untuk masuk Islam dan berhasil memenangkannya. Ada
pula beberapa pemimpin itu yang memutuskan untuk berdamai dengan Turki Utsmani
agar mereka tak diperangi, seperti halnya tokoh Sigismund yang merupakan pemimpin
dari negara yang menganut ajaran Nasrani.
Dan
tentang Vlad Dracula, dia ini sebenarnya merupakan kakak dari Radu. Namun dia
tidak terima dengan kenyataan bahwa Radu memilih untuk menjadi seorang muslim.
Vlad pun kabur dari asrama Mekteb i Harbiye (Akademi Militer) Turki Utsmani,
yang sebelumnya merupakan tempat tinggal Vlad dan Radu. Vlad yang kehilangan
arah dan tujuan pun memutuskan untuk membalas dendam atas semua rasa sakit di
hatinya dengan mengikuti seorang gadis kecil yang membuatnya menjadi seorang
anggota dari penyembah setan, yang dipimpin oleh seorang wanita yang disebut
‘Sang Dewi’.
Jadi
yah, di novel ini kita akan menemukan cukup banyak istilah yang menggunakan
bahasa Turki, salah satunya udah aku sebutkan di atas. Kita juga jadi cukup
mengenali negara Islam dan juga Eropa pada zaman dulu (<- iya lah genre-nya
aja sejarah). Sampul novel ini termasuk bagus karena selain warnanya enak
dipandang (terutama karena pake warna kesukaanku, biru dan hitam), sampulnya
juga nggak akan cepat kotor karena bahannya yang nggak mudah kotor karena
keringat dari tangan. Di beberapa bagian novel ini juga terdapat ilustrasi yang
menarik yang dibuat oleh Handri Satria Handjaya. Dan pembatas buku ini juga
nggak biasa, karena langsung menyatu dengan sampul bukunya. Kan biasanya
pembatas buku itu dibuat terpisah (sendiri, nggak menggabung sama sampul).
Tapi
layaknya novel-novel lain, novel ini pun punya kelemahan tersendiri. Ada sih
bagian yang menurutku agak mengganggu dan kurang sreg, contohnya pada halaman
55 yang berbunyi “Derap langkah para santo diiringi oleh kidung-kidung kudus
yang seolah-olah berasal dari surga. Padahal surga tidak pernah mengajarkan
kidung-kidung kudus itu. Orang-orang yang disucikan sedang melangkah melintasi
bumi. Padahal surga tidak pernah mensucikan orang-orang itu.” Jadi tuh semacam
pengulangan kata ‘padahal’ yang bikin aku merasa kurang nyaman pas baca buku
ini. Ada juga yang bikin kita jadi merasa curiga dan penasaran dengan apa yang
akan terjadi, tapi rasanya nyebelin karena hal itu diulang beberapa kali.
Contohnya “... Saking gembiranya, dia segera pergi dan tidak pernah menoleh
lagi ke belakang. Tak ada yang bisa menduga, apa yang akan dilakukannya di
masa depan.” Di beberapa bagian cerita juga ada kesalahan penulisan seperti
huruf yang seharusnya kapital malah tidak menjadi kapital. Aku juga merasa
bahasanya sedikit bertele-tele dll. Tapi yang paling bikin aku kecewa adalah,
cerita tentang Vlad Dracula yang menjadi kuat malah sama sekali nggak aku
temukan, bahkan sampai bagian akhir. Padahal aku udah berharap pengin tahu
tentang kekuatan si Vlad ini. Yang baru ada paling cuma saat dia mulai ikut
ritual penyembahan setan itu, dan bagian itu menggantung. Yah mungkin bagian
itu disimpan untuk buku keempat, atau kelima.
Intinya,
dari segi alur sejarah, novel ini cukup menarik, walaupun ada beberapa
kelemahan.
Oke,
sekian review novel dari aku. Aku mohon maaf kalau caraku menyampaikan review
ini kurang berkenan. Aku juga mohon kritik dan saran dari kalian semua. Dan
terima kasih telah membaca review ini!








0 komentar:
Posting Komentar