About

Jumat, 26 Mei 2017

Refugia untuk Lahan Pertanian

Halo kawan-kawan! Ketemu lagi dengan blog punyaku! Menurut kalian, kali ini aku mau bikin postingan tentang apa? Aku nggak tau sih apa jawaban kalian, tapi jawabannya adalah: pertanian! Nah, spesifiknya, yang akan aku bahas di blog ini adalah refugia.

Refugia itu apa sih?

Dari sumber yang aku dapat, yaitu dari berita yang ditulis oleh Kak Tri Artining Putri di Tempo Banyumas, refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama. Ada juga pengertian yang aku ambil dari sumber lain, yang menyatakan bahwa refugia merupakan suatu area yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid. Nanti aku sebutkan halaman website-nya di bagian paling bawah.

Kalau dalam bidang pertanian, refugia itu berfungsi sebagai mikrohabitat dan penyedia sumber makanan atau sumber nektar dan tempat berlindung bagi musuh alami – maksudnya mungkin musuh alami/predator dari hama yang sering menyerang tanaman-tanaman yang tumbuh di sawah (kalau selain di sawah bisa nggak ya? Nah itu aku belum tau).

Refugia, yang merupakan mikrohabitat buatan, dapat ditanam dalam lahan pertanian baik secara monokultur ataupun tumpang sari dengan tanaman yang lain. Tanaman yang digunakan untuk refugia yaitu bunga pukul empat, bunga kenikir, bunga matahari dan bunga kertas (zinnia). Bunga-bunga tersebut dipilih karena tanaman ini mempunyai bunga yang mencolok dan mempunyai warna yang diminati serangga musuh alami. Bahkan gulma yang sering kita anggap sebagai tanaman pengganggu, ternyata bisa juga lho digunakan sebagai refugia. Beberapa gulma mempunyai pengaruh yang menguntungkan bagi tanaman pokok dan bisa menjadi alternatif mikrohabitat bagi musuh alami (-> yap, cuma beberapa. Nggak semuanya). Tapi tentu saja gulma-gulma tersebut perlu dikelola dengan baik agar kesan gulma sebagai tanaman pengganggu dapat dihilangkan.

Ada beberapa jenis hama yang sangat suka hidup pada gulma. Hama jenis ini akan lebih senang hinggap di gulma tersebut daripada hinggap di tanaman pangan dan hortikultura. Tapi jika gulma ini tidak ada, maka tanaman pokoklah yang akan diserang. Adapun cara membuat refugia gulma adalah dengan memilih gulma dari jenis gulma yang berbunga seperti asteraceae kemudian gulma ini ditata dalam jalur khusus. Jenis gulma berbunga ini akan menarik serangga musuh alami. Pengaruh gulma pada tanaman tidak pokok tidak terlalu berarti, bahkan meningkatkan stabilitas ekologi pertanian.

Selain gulma, tumbuhan liar yang berbunga di sekitar lahan pertanian juga memiliki potensi untuk dijadikan refugia, dan tumbuhan-tumbuhan tersebut dapat dijadikan tempat tinggal/habitat alternatif bagi serangga jenis predator maupun jenis parasitoid. Serangga-serangga yang biasanya tertarik dengan tumbuhan liar ini yaitu kumbang kubah, belalang sembah dan juga laba-laba. Lalu, tumbuhan liar apa saja yang berpotensi sebagai refugia? Tumbuhan-tumbuhan liar itu antara lain jenis Synedrella nodiflora, Centella asiatica, Setaria, Borreria repens, dan Arachis pentoi.

Nah, untuk refugia jenis bunga, menurut Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki II Desa Pliken Sucipto mengatakan refugia harus ditanam segera setelah padi. Jadi, ketika padi berusia 1 bulan, bunga sudah mekar dan menjadi rumah bagi musuh alami. Kalau ditanam lebih awal, apa yang akan terjadi? “Kalau ditanam lebih awal, bisa terinjak-injak,” kata beliau.

Oh iya, mungkin dari kalian ada yang bertanya-tanya, “Apa perbedaan antara sawah yang memiliki refugia dengan yang tidak memiliki refugia?” Ada kok perbedaannya. Dulu aku pernah ikut seminar yang di dalamnya membicarakan tentang refugia. Menurut sang pembicara (-> yang aku lupa namanya), sawah yang ditanami refugia itu memiliki hasil panen yang lebih banyak dibandingkan dengan sawah yang tidak ditanami refugia. Itu bisa terjadi karena jumlah hama banyak berkurang, dan ini dikarenakan oleh adanya predator alami (dari kalangan serangga) yang memangsa mereka.
Baik, sekian dulu tulisan dari aku! Jika ada yang mengganjal, misal terdapat kesalahan atau kekurangan, kawan-kawan bisa mengirimkan komentar kalian. Terima kasih telah membaca artikel ini!

Sumber informasi:



0 komentar:

Posting Komentar