Halo kawan-kawan! Ketemu lagi dengan blog punyaku! Menurut
kalian, kali ini aku mau bikin postingan tentang apa? Aku nggak tau sih apa
jawaban kalian, tapi jawabannya adalah: pertanian! Nah, spesifiknya, yang akan
aku bahas di blog ini adalah refugia.
Refugia itu apa sih?
Dari sumber yang aku dapat, yaitu dari berita yang ditulis
oleh Kak Tri Artining Putri di Tempo Banyumas, refugia adalah intervensi
ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama. Ada juga
pengertian yang aku ambil dari sumber lain, yang menyatakan bahwa refugia
merupakan suatu area yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan yang dapat
menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi
musuh alami seperti predator dan parasitoid. Nanti aku sebutkan halaman website-nya
di bagian paling bawah.
Kalau dalam bidang pertanian, refugia itu berfungsi sebagai
mikrohabitat dan penyedia sumber makanan atau sumber nektar dan tempat
berlindung bagi musuh alami – maksudnya mungkin musuh alami/predator dari hama
yang sering menyerang tanaman-tanaman yang tumbuh di sawah (kalau selain di
sawah bisa nggak ya? Nah itu aku belum tau).
Refugia, yang merupakan mikrohabitat buatan, dapat ditanam
dalam lahan pertanian baik secara monokultur ataupun tumpang sari dengan
tanaman yang lain. Tanaman yang digunakan untuk refugia yaitu bunga pukul
empat, bunga kenikir, bunga matahari dan bunga kertas (zinnia). Bunga-bunga
tersebut dipilih karena tanaman ini mempunyai bunga yang mencolok dan mempunyai
warna yang diminati serangga musuh alami. Bahkan gulma yang sering kita anggap
sebagai tanaman pengganggu, ternyata bisa juga lho digunakan sebagai refugia.
Beberapa gulma mempunyai pengaruh yang menguntungkan bagi tanaman pokok dan
bisa menjadi alternatif mikrohabitat bagi musuh alami (-> yap, cuma beberapa.
Nggak semuanya). Tapi tentu saja gulma-gulma tersebut perlu dikelola dengan
baik agar kesan gulma sebagai tanaman pengganggu dapat dihilangkan.
Ada beberapa jenis hama yang sangat suka hidup pada gulma.
Hama jenis ini akan lebih senang hinggap di gulma tersebut daripada hinggap di
tanaman pangan dan hortikultura. Tapi jika gulma ini tidak ada, maka tanaman
pokoklah yang akan diserang. Adapun cara membuat refugia gulma adalah dengan
memilih gulma dari jenis gulma yang berbunga seperti asteraceae kemudian gulma
ini ditata dalam jalur khusus. Jenis gulma berbunga ini akan menarik serangga
musuh alami. Pengaruh gulma pada tanaman tidak pokok tidak terlalu berarti,
bahkan meningkatkan stabilitas ekologi pertanian.
Selain gulma, tumbuhan liar yang berbunga di sekitar lahan
pertanian juga memiliki potensi untuk dijadikan refugia, dan tumbuhan-tumbuhan
tersebut dapat dijadikan tempat tinggal/habitat alternatif bagi serangga jenis
predator maupun jenis parasitoid. Serangga-serangga yang biasanya tertarik
dengan tumbuhan liar ini yaitu kumbang kubah, belalang sembah dan juga
laba-laba. Lalu, tumbuhan liar apa saja yang berpotensi sebagai refugia? Tumbuhan-tumbuhan
liar itu antara lain jenis Synedrella nodiflora, Centella asiatica,
Setaria, Borreria repens, dan Arachis pentoi.
Nah, untuk refugia jenis bunga, menurut Ketua Kelompok Tani
Sumber Rejeki II Desa Pliken Sucipto mengatakan refugia harus ditanam segera
setelah padi. Jadi, ketika padi berusia 1 bulan, bunga sudah mekar dan menjadi
rumah bagi musuh alami. Kalau ditanam lebih awal, apa yang akan terjadi? “Kalau
ditanam lebih awal, bisa terinjak-injak,” kata beliau.
Oh iya, mungkin dari kalian ada yang bertanya-tanya, “Apa
perbedaan antara sawah yang memiliki refugia dengan yang tidak memiliki
refugia?” Ada kok perbedaannya. Dulu aku pernah ikut seminar yang di dalamnya
membicarakan tentang refugia. Menurut sang pembicara (-> yang aku lupa
namanya), sawah yang ditanami refugia itu memiliki hasil panen yang lebih
banyak dibandingkan dengan sawah yang tidak ditanami refugia. Itu bisa terjadi
karena jumlah hama banyak berkurang, dan ini dikarenakan oleh adanya predator
alami (dari kalangan serangga) yang memangsa mereka.
Baik, sekian dulu tulisan dari aku! Jika ada yang mengganjal,
misal terdapat kesalahan atau kekurangan, kawan-kawan bisa mengirimkan komentar
kalian. Terima kasih telah membaca artikel ini!







0 komentar:
Posting Komentar